Seorang pria bekerja di negara Teluk, Uni Emirat Arab selama 4 tahun. Dari yang tadinya miskin, dia menjadi kaya. Hingga setelah pria ini selesai mengumpulkan kekayaannya, dia mengirimnya kepada ayahnya dan berkata,
“Ayah, aku ingin menikah. Banyak tahun berlalu tanpa aku menikah. Sekaranglah saatnya! Dan aku ingin ayah memilihkan seorang istri untukku. Aku ingin ayah juga mengatur pernikahannya, dan aku ingin menghadiri pernikahan yang sesungguhnya. Di hari pernikahanku, aku ingin itu menjadi hari dimana aku tiba dan aku tidak ingin melihat mempelai wanita itu sebelumnya.”
Betapa percayanya anak muda ini kepada ayahnya.
Tentu saja, seorang shalih tahu bahwa Rasulullah Muhammad Shallallahu `alaihi wa sallambersabda, “Seorang wanita dinikahi karena 4 alasan: kekayaan, kecantikan, garis keturunan, dan agamanya. Kalian lebih baik memilih agamanya.”
Ayahnya memilih wanita religius yang berkualitas untuk putranya, tapi dia tidak cantik.
Hingga ketika putranya tiba di bandara Mesir, dia dijemput dan dibawa kepada istrinya yang mengenakan penutup wajah, dan kemudian mereka berdua masuk ke kamar.
Segera ketika istrinya membuka tabir wajahnya, pria itu terkejut.
Dia menjadi terkejut. Inikah istri yang dipilihkan ayahku untukku! Dia tidak cantik. Dia tidak cantik.
Dia menjadi depresi, “Aku datang ke sini setelah menanti beberapa tahun lamanya, sangat bersemangat, sangat bersemangat!” Dia menjadi sangat depresi dan tertidur.
Menuju sepertiga malam, sang istri yang mengerti reaksi suami nya, dia mencoba membangunkannya, suami nya menolak. Dia mencoba lagi, suami nya menolak.
Kemudian istrinya memercikkan air ke wajah suami nya untuk membangunkannya. Hingga suami nya bangun dan istrinya berkata,
“Aku tahu betapa kecewanya dirimu, aku tahu aku tidak cantik, tapi apakah kau tahu? Aku ingin menikah untuk satu alasan. Aku ingin mengamalkan hadits dari Rasulullah MuhammadShallallahu `alaihi wa sallam ketika dia bersabda:
‘Semoga Allah merahmati seorang suami yang bangun untuk shalat di malam hari, kemudian dia membangunkan istrinya, dan jika istrinya tidak bangun, dia akan memercikkan air ke wajahnya agar terbangun…’
Dan inilah bagian yang istrinya ingin terapkan, ‘…Seorang istri, dan semoga Allah merahmati wanita, Allah memberikan rahmat-Nya kepada wanita yang bangun di malam hari untuk shalat tahajud. Dan istrinya membangunkan sang suami untuk shalat bersamanya, dan jika dia tidak bangun, istrinya memercikkan air pada suaminya.’
Demi Allah! Aku sangat berterima kasih padamu bahwa kau mengabulkan keinginan itu padaku. Aku sangat ingin menerapkan hadits itu dan aku sedikit putus asa bahwa aku takkan menikah karena aku tahu aku tidak cantik.
Dapatkah kau sekarang tolong memenuhi hadits ini denganku? Dapatkah kau bangun dan mengimamiku dalam shalat? Shalat tahajud bersamaku?”
Dia bangun dan mengimami shalatnya.
Saudara dan saudariku dalam Islam, pemuda ini bersumpah demi Allah, bahwa tepat pada saat dia selesai shalat tahajud, mengimami shalatnya, “Aku melihatnya seakan-akan dialah wanita paling cantik di dunia.”
Begitulah saudaraku, jangan tertipu oleh balutan kosmetik dan film-film. Cinta sampai ke hati karena Allah. Allah dapat membuat kita mencintai suami kita, tapi kita dan suami kita harus taat kepada Allah.
Imami shalat istri kita, buatlah suami kita mengimami shalat kita di malam hari.
Keluarga ini saudara saudariku dalam Islam, mereka memiliki cucu yang hafal Al Quran dan mereka sedang menuntut ilmu, dan beberapa dari mereka sebentar lagi menjadi ulama bagi umat ini Insya Allah.
Saudara saudariku dalam Islam. Jangan meremehkan atau mengabaikan perintah Allah jika kita ingin hidup bahagia seperti yang sering dikatakan dalam film “bahagia selamanya”.
Pernikahan adalah ikatan yang sukar, cukup bahwa setan setiap hari memberikan mahkota di atas kepala setan yang memisahkan antara suami dan istri.
Kita butuh pasangan yang baik untuk misi dan kualitas yang harus kita cari yaitu kebaikan dan keshalihan.
Dan jika kita melakukannya, kita akan mendapatkan yang terbaik dari kehidupan ini. Dan dengan izin Allah Subhanahu wa ta`ala, kita akan bersama istri atau suami kita yang indah, pasangan yang disucikan di dalam surga. (akhwatmuslimah)
Selasa, 12 Januari 2016
Inilah 6 Cara Rasulullah Membahagiakan istri!! SAMPAIKAN pada SUAMIMU!
Dear Bunda,
Rasulullah adalah teladan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam rumah tangga. Apa sajakah yang Rasulullah lakukan untuk membahagiakan istrinya? Mari kita simak pembahasan beberapa hadits berikut ini:
1. Rasulullah suka berbincang-bincang dengan istrinya di malam hari
Pasangan suami istri yang tidak pernah berbagi cerita, tidak pernah berkomunikasi, tentu saja akan merasakan kekeringan dalam rumah tangga.
“Adalah dahulu Nabi shallallahu alaihi wa sallam jika berkumpul bersama Aisyah Radhiallahu anhaa di malam hari maka Rasulullah berbincang-bincang dengan putri Abu Bakar Radhiallahu anhumma” (HR Bukhari)
Hadits ini menunjukkan bahwa suami yang baik adalah lelaki yang meluangkan waktunya untuk berbicara dengan istri. Berbincang seputar hal yang bermanfaat. Entah perkara dunia atau akhirat. Hadits ini juga mengisyaratkan bahwa rumah tangga yang harmonis terwujud manakala terjadi komunikasi yang baik antar anggota keluarga
2. Rasulullah suka membantu pekerjaan rumah tangga
Para suami yang tiap di rumah hanya bisa mengganti channel televisi, membaca surat kabar, tertidur pulas, dan makan, cobalah membahagiakan istri dengan membantu beberapa pekerjaan rumah tangga yang bisa dilakukan.
“Aisyah binti Abu Bakar Radhiallahu anhumma pernah ditanya oleh salah seorang sahabat. "Apakah yang Nabi lakukan ketika berada di rumah bersama istri-nya?" "Dahulu Nabi biasa membantu pekerjaan rumah keluarganya". tutur Aisyah Radhiallahu anhaa” (HR Bukhari)
3. Rasulullah menyatakan rasa cinta pada istri secara verbal
Jangan biarkan istri menebak-nebak bagaimana sebenarnya perasaan suami terhadapnya, karena sungguh itu sangat menyedihkan. Para istri akan sangat bahagia jika suami mau menyatakan cinta, sekalipun itu hanyalah kebohongan, asal tidak diketahui istri tidak mengapa.
Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bertutur: "Aku diberi rizki berupa rasa cinta kepada istriku" (HR Muslim)
Hadits ini memberi anjuran untuk menyatakan cinta kepada istri. Menampakkan dan menyatakan rasa cinta kepada istri adalah di antara cara merekatkan hubungan cinta kasih antar lelaki dan wanita yang diikat dalam bingkai pernikahan
4. Rasulullah tidak pernah membenci istrinya!
Nabi shallahu alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah seorang mukmin benci kepada seorang wanita mukminah (istrinya), jika ia membenci sebuah sikap (akhlak) istrinya maka ia akan ridho dengan sikapnya (akhlaknya) yang lain” (HR Muslim)
Berkata An-Nawawi, “Yang benar adalah Rasulullah shallallahu 'alihi wa sallam melarang, yaitu hendaknya dia tidak membencinya karena jika mendapati sikap (akhlak) yang dibencinya pada istrinya maka ia akan mendapati sikapnya yang lain yang ia ridhai. Misalnya wataknya keras namun ia wanita yang taat beribadah, atau cantik, atau menjaga diri, atau lembut kepadanya, atau (kelebihan-kelebihan) yang lainnya”
5. Rasulullah tidak pernah memukul istrinya
Suami yang ringan tangan, gemar menampar dan memukul istri adalah suami yang tidak mengerti bahwa Islam meninggikan perempuan.
“Aisyah Radhiallahu anhaa pernah bertutur: Suamiku tidak pernah memukul* istrinya meskipun hanya sekali” (HR Nasa'i)
*pukulan yang menciderai atau pukulan di wajah. Adapun apabila seorang istri melakukan pembangkangan kepada suami, maka diperbolehkan memukulnya dengan pukulan yang tidak menyebabkan cedera dan tidak pula mengenai di muka. Allahu a'lam. Sesungguhnya lelaki sejati tidak akan pernah memukul istri semarah apapun yang bersangkutan kepada pasangannya. Memukul istri adalah akhlak pria durjana
6. Rasulullah Menghibur kesedihan istri
Tidak hanya bersenang-senang dengan istri di saat gembira, Rasulullah pun peduli pada istri di kala istrinya menangis dan bersedih.
“Suatu saat Shafiyah safar bersama Rasulullah, saat itu adalah hari gilirannya. Dia ketinggalan (rombongan) karena untanya berjalan lambat, lalu menangis. Maka Rasulullah datang mengusapkan air mata dengan kedua tangannya kemudian berusaha membuat Shafiyah berhenti menangis” (HR Nasa'i)
Pelajaran yang diambil dari hadits ini adalah bahwa menghibur istri adalah kewajiban suami. Berusaha menghilangkan kesedihan dan kesusahan istri adalah sesuatu yang disyariatkan Islam. Suami yang baik tidak akan tahan dan tinggal diam manakala melihat istrinya menangis atau bersedih hati.
Demikianlah beberapa ulasan hadits mengenai cara Rasulullah membahagiakan istrinya, semoga bermanfaat untuk mewujudkan rumah tangga yang penuh cinta kasih.
Rasulullah adalah teladan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dalam rumah tangga. Apa sajakah yang Rasulullah lakukan untuk membahagiakan istrinya? Mari kita simak pembahasan beberapa hadits berikut ini:
1. Rasulullah suka berbincang-bincang dengan istrinya di malam hari
Pasangan suami istri yang tidak pernah berbagi cerita, tidak pernah berkomunikasi, tentu saja akan merasakan kekeringan dalam rumah tangga.
“Adalah dahulu Nabi shallallahu alaihi wa sallam jika berkumpul bersama Aisyah Radhiallahu anhaa di malam hari maka Rasulullah berbincang-bincang dengan putri Abu Bakar Radhiallahu anhumma” (HR Bukhari)
Hadits ini menunjukkan bahwa suami yang baik adalah lelaki yang meluangkan waktunya untuk berbicara dengan istri. Berbincang seputar hal yang bermanfaat. Entah perkara dunia atau akhirat. Hadits ini juga mengisyaratkan bahwa rumah tangga yang harmonis terwujud manakala terjadi komunikasi yang baik antar anggota keluarga
2. Rasulullah suka membantu pekerjaan rumah tangga
Para suami yang tiap di rumah hanya bisa mengganti channel televisi, membaca surat kabar, tertidur pulas, dan makan, cobalah membahagiakan istri dengan membantu beberapa pekerjaan rumah tangga yang bisa dilakukan.
“Aisyah binti Abu Bakar Radhiallahu anhumma pernah ditanya oleh salah seorang sahabat. "Apakah yang Nabi lakukan ketika berada di rumah bersama istri-nya?" "Dahulu Nabi biasa membantu pekerjaan rumah keluarganya". tutur Aisyah Radhiallahu anhaa” (HR Bukhari)
3. Rasulullah menyatakan rasa cinta pada istri secara verbal
Jangan biarkan istri menebak-nebak bagaimana sebenarnya perasaan suami terhadapnya, karena sungguh itu sangat menyedihkan. Para istri akan sangat bahagia jika suami mau menyatakan cinta, sekalipun itu hanyalah kebohongan, asal tidak diketahui istri tidak mengapa.
Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah bertutur: "Aku diberi rizki berupa rasa cinta kepada istriku" (HR Muslim)
Hadits ini memberi anjuran untuk menyatakan cinta kepada istri. Menampakkan dan menyatakan rasa cinta kepada istri adalah di antara cara merekatkan hubungan cinta kasih antar lelaki dan wanita yang diikat dalam bingkai pernikahan
4. Rasulullah tidak pernah membenci istrinya!
Nabi shallahu alaihi wa sallam bersabda: “Janganlah seorang mukmin benci kepada seorang wanita mukminah (istrinya), jika ia membenci sebuah sikap (akhlak) istrinya maka ia akan ridho dengan sikapnya (akhlaknya) yang lain” (HR Muslim)
Berkata An-Nawawi, “Yang benar adalah Rasulullah shallallahu 'alihi wa sallam melarang, yaitu hendaknya dia tidak membencinya karena jika mendapati sikap (akhlak) yang dibencinya pada istrinya maka ia akan mendapati sikapnya yang lain yang ia ridhai. Misalnya wataknya keras namun ia wanita yang taat beribadah, atau cantik, atau menjaga diri, atau lembut kepadanya, atau (kelebihan-kelebihan) yang lainnya”
5. Rasulullah tidak pernah memukul istrinya
Suami yang ringan tangan, gemar menampar dan memukul istri adalah suami yang tidak mengerti bahwa Islam meninggikan perempuan.
“Aisyah Radhiallahu anhaa pernah bertutur: Suamiku tidak pernah memukul* istrinya meskipun hanya sekali” (HR Nasa'i)
*pukulan yang menciderai atau pukulan di wajah. Adapun apabila seorang istri melakukan pembangkangan kepada suami, maka diperbolehkan memukulnya dengan pukulan yang tidak menyebabkan cedera dan tidak pula mengenai di muka. Allahu a'lam. Sesungguhnya lelaki sejati tidak akan pernah memukul istri semarah apapun yang bersangkutan kepada pasangannya. Memukul istri adalah akhlak pria durjana
6. Rasulullah Menghibur kesedihan istri
Tidak hanya bersenang-senang dengan istri di saat gembira, Rasulullah pun peduli pada istri di kala istrinya menangis dan bersedih.
“Suatu saat Shafiyah safar bersama Rasulullah, saat itu adalah hari gilirannya. Dia ketinggalan (rombongan) karena untanya berjalan lambat, lalu menangis. Maka Rasulullah datang mengusapkan air mata dengan kedua tangannya kemudian berusaha membuat Shafiyah berhenti menangis” (HR Nasa'i)
Pelajaran yang diambil dari hadits ini adalah bahwa menghibur istri adalah kewajiban suami. Berusaha menghilangkan kesedihan dan kesusahan istri adalah sesuatu yang disyariatkan Islam. Suami yang baik tidak akan tahan dan tinggal diam manakala melihat istrinya menangis atau bersedih hati.
Demikianlah beberapa ulasan hadits mengenai cara Rasulullah membahagiakan istrinya, semoga bermanfaat untuk mewujudkan rumah tangga yang penuh cinta kasih.
Hukum Saling Melihat Saat Berhubungan
Bagi sebagian pasangan suami istri, berhubungan intim atau jima bisa jadi merupakan hal sepele. Oleh karena itu, adab dan aturan-aturan agama tidak pernah mereka pedulikan saat melakukan hubungan intim dengan pasangannya.
Padahal tanpa mereka sadari, hubungan intim tanpa adanya adab dan aturan-aturan agama hanya akan berakibat buruk pada mereka di kemudian hari. Bagaimana dewasa ini banyak kita jumpai anak gadis berpakaian seksi yang selalu memamerkan auratnya kepada publik, seakan mereka telah kehilangan rasa malunya di depan umum. Hal ini bisa juga terjadi karena orang tua mereka tidak memperhatikan adab atau tata cara berjima secara syar’i.
Namun banyak juga di antara pasangan suami istri yang terlalu melebih-lebihkan larangan urusan ranjang. Misalnya, saling melihat organ intim ketika berhubungan.
Selain karena malu, juga konon dirujuk pada hadist di ini: “Aku tidaklah pernah melihat kemaluan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali.” (Al Muhalla, 10: 33)
Hadits yang disebutkan di atas adalah riwayat Ibnu Majah dalam kitab sunannya (662) dari Musa bin ‘Abdillah, dari bekas budak ‘Aisyah, dari ‘Aisyah bahwa beliau berkata,
“Aku tidak pernah memandang atau melihat kemaluan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali. ”
Hadits ini adalah hadits dho’if yang tidak bisa dijadikan hujjah karena perawi dari ‘Aisyah tidak diketahui siapa. Al Hafizh Ibnu Rajab dalam Fathul Bari (1: 336) mengatakan bahwa dalam sanad hadits ini adalah perawi yang tidak dikenal.
Nah, jadi bagaimana hukumnya dalam Islam?
Suami Istri Boleh Saling Memandang Aurat Satu Sama Lain.
Dalilnya (dasarnya), dari ‘Aisyah, ia berkata:
“Aku pernah mandi bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari satu bejana antara aku dan beliau. Kemudian beliau bergegas-gegas denganku mengambil air, sampai aku mengatakan: tinggalkan air untukku, tinggalkan air untukku.” Ia berkata, “Mereka berdua kala itu dalam keadaan junub,” (HR. Bukhari no. 261 dan Muslim no. 321). Al Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Ad Daudi berdalil dengan dalil ini akan bolehnya laki-laki memandang aurat istrinya dan sebaliknya.” (Fathul Bari, 1: 364).
Juga dikuatkan lagi dengan hadits,
“Jagalah auratmu kecuali dari istrimu atau budak yang kau miliki.” (HR. Abu Daud no. 4017 dan Tirmidzi no. 2769, hasan)
Ibnu Hajar berkata, “Yang dipahami dari hadits ‘kecuali dari istrimu’ menunjukkan bahwa istrinya boleh-boleh saja memandang aurat suami. Hal ini diqiyaskan pula, boleh saja suami memandang aurat istri.” (Fathul Bari, 1: 386). Dan yang berpandangan bolehnya memandang aurat satu sama lain antara suami istri adalah pendapat jumhur ulama (mayoritas). (Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 32: 89)
Ibnu Hazm Azh Zhohiri juga berkata, “Halal bagi suami untuk memandang kemaluan istri dan hamba sahaya miliknya yang boleh ia setubuhi. Demikian pula istri dan hamba sahayanya boleh memandang kemaluannya. Hal ini tidak dianggap makruh sama sekali. Di antara dalilnya adalah hadits yang masyhur dari jalan ‘Aisyah, Ummu Salamah, Maimunah yang kesemuanya adalah ummahatul mukminin (istri Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-). Di antara mereka pernah mandi junub bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari satu bejana. Yang aneh, mereka menghalalkan menyetubuhi istri di kemaluan, namun melarang dari memandang kemaluan (padahal memandang masih lebih mending dari menyetubuhi, pen). Cukup sebagai dalil akan bolehnya adalah firman Allah Ta’ala,
“Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.” (QS. Al Ma’arij: 29-30).
Perintah Allah untuk menjaga kemaluan kecuali pada istri dan hamba sahaya yang dimiliki menunjukkan bahwa boleh saja melihat, menyentuh dan berkhalwat dengan mereka. []
Padahal tanpa mereka sadari, hubungan intim tanpa adanya adab dan aturan-aturan agama hanya akan berakibat buruk pada mereka di kemudian hari. Bagaimana dewasa ini banyak kita jumpai anak gadis berpakaian seksi yang selalu memamerkan auratnya kepada publik, seakan mereka telah kehilangan rasa malunya di depan umum. Hal ini bisa juga terjadi karena orang tua mereka tidak memperhatikan adab atau tata cara berjima secara syar’i.
Namun banyak juga di antara pasangan suami istri yang terlalu melebih-lebihkan larangan urusan ranjang. Misalnya, saling melihat organ intim ketika berhubungan.
Selain karena malu, juga konon dirujuk pada hadist di ini: “Aku tidaklah pernah melihat kemaluan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali.” (Al Muhalla, 10: 33)
Hadits yang disebutkan di atas adalah riwayat Ibnu Majah dalam kitab sunannya (662) dari Musa bin ‘Abdillah, dari bekas budak ‘Aisyah, dari ‘Aisyah bahwa beliau berkata,
مَا نَظَرْتُ أَوْ مَا رَأَيْتُ فَرْجَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَطُّ
“Aku tidak pernah memandang atau melihat kemaluan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sama sekali. ”
Hadits ini adalah hadits dho’if yang tidak bisa dijadikan hujjah karena perawi dari ‘Aisyah tidak diketahui siapa. Al Hafizh Ibnu Rajab dalam Fathul Bari (1: 336) mengatakan bahwa dalam sanad hadits ini adalah perawi yang tidak dikenal.
Nah, jadi bagaimana hukumnya dalam Islam?
Suami Istri Boleh Saling Memandang Aurat Satu Sama Lain.
Dalilnya (dasarnya), dari ‘Aisyah, ia berkata:
كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ إِنَاءٍ بَيْنِي وَبَيْنَهُ وَاحِدٍ ، فَيُبَادِرُنِي حَتَّى أَقُولَ دَعْ لِي ، دَعْ لِي ، قَالَتْ: وَهُمَا جُنُبَانِ
“Aku pernah mandi bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari satu bejana antara aku dan beliau. Kemudian beliau bergegas-gegas denganku mengambil air, sampai aku mengatakan: tinggalkan air untukku, tinggalkan air untukku.” Ia berkata, “Mereka berdua kala itu dalam keadaan junub,” (HR. Bukhari no. 261 dan Muslim no. 321). Al Hafizh Ibnu Hajar berkata, “Ad Daudi berdalil dengan dalil ini akan bolehnya laki-laki memandang aurat istrinya dan sebaliknya.” (Fathul Bari, 1: 364).
Juga dikuatkan lagi dengan hadits,
احْفَظْ عَوْرَتَكَ إِلاَّ مِنْ زَوْجَتِكَ أَوْ مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ
“Jagalah auratmu kecuali dari istrimu atau budak yang kau miliki.” (HR. Abu Daud no. 4017 dan Tirmidzi no. 2769, hasan)
Ibnu Hajar berkata, “Yang dipahami dari hadits ‘kecuali dari istrimu’ menunjukkan bahwa istrinya boleh-boleh saja memandang aurat suami. Hal ini diqiyaskan pula, boleh saja suami memandang aurat istri.” (Fathul Bari, 1: 386). Dan yang berpandangan bolehnya memandang aurat satu sama lain antara suami istri adalah pendapat jumhur ulama (mayoritas). (Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyyah, 32: 89)
Ibnu Hazm Azh Zhohiri juga berkata, “Halal bagi suami untuk memandang kemaluan istri dan hamba sahaya miliknya yang boleh ia setubuhi. Demikian pula istri dan hamba sahayanya boleh memandang kemaluannya. Hal ini tidak dianggap makruh sama sekali. Di antara dalilnya adalah hadits yang masyhur dari jalan ‘Aisyah, Ummu Salamah, Maimunah yang kesemuanya adalah ummahatul mukminin (istri Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam-). Di antara mereka pernah mandi junub bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari satu bejana. Yang aneh, mereka menghalalkan menyetubuhi istri di kemaluan, namun melarang dari memandang kemaluan (padahal memandang masih lebih mending dari menyetubuhi, pen). Cukup sebagai dalil akan bolehnya adalah firman Allah Ta’ala,
وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (29) إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ (30)
“Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak-budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.” (QS. Al Ma’arij: 29-30).
Perintah Allah untuk menjaga kemaluan kecuali pada istri dan hamba sahaya yang dimiliki menunjukkan bahwa boleh saja melihat, menyentuh dan berkhalwat dengan mereka. []
Ternyata Tindakan-Tindakan Suami-Istri Ini Datangkan Pahala Besar
Sungguh bahagia pasangan yang sudah mengikat janji suci dalam mahligai pernikahan. Selain bernillai ibadah, Islam juga sangat menjunjung tinggi pahala bagi mereka yang sudah menikah. Terlebih lagi bagi mereka yang menjalani hubungan berlandaskan syariat.
Banyak hal yang dilakukan pasangan suami istri untuk mewujudkan keluarga yang senantiasa berada di jalan Allah. Mulai dari beribadah bersama, mendidik buah hati mereka menjadi anak yang beriman, dan lain sebagainya.
Namun ternyata, selain melaksanakan hal tersebut ada perbuatan-perbuatan sepele yang mungkin jarang dilakukan oleh suami dan istri namun memiliki keistimewaan di mata Allah SWT. Perbuatan seperti apakah itu? Berikut ulasan selengkapnya.
1. Saling Memandang
Hal sepele pertama yang ternyata memiliki nilai besar di mata Allah SWT adalah ketika suami dan istri saling memandang. Mungkin hal ini terkesan remeh dan sepele, sehingga banyak orang yang merasa tidak perlu untuk melakukannnya. Bahkan setelah menikah, mereka jadi kikuk untuk melakukan hal tersebut terhadap pasangannya. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan istrinya memperhatikan suaminya,” kata Nabi Saw. menjelaskan, “maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan perhatian penuh rahmat.” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudzri r.a.)
2. Bergenggaman Tangan
Mungkin banyak pasangan yang enggan untuk menggenggam satu sama lainn ketika berjalan ataupun berada di dalam rumah. Padahal jika diketahui, ada pahala luar biasa dari Allah SWT. Ternyata menggenggam tangan pasangan bisa menghapuskan dosa. Pernyataan ini sesuai dengan Sabda Rasulullah SAW.
“…Manakala suaminya merengkuh telapak tangannya (diremas-remas), maka berguguranlah dosa-dosa suami-istri itu dari sela-sela jari-jema-rinya.” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudzri r.a.)
3. Membelai Istri
“Rasululloh SAW biasa setiap hari tidak melupakan untuk mengunjungi kami (para istrinya) seorang demi seorang. Beliau menghampirinya dan membelainya, sekalipun tidak mencampurinya, sehingga sampai ke tempat istri yang tiba gilirannya, lalu bermalam di situ.”(HR. Abu Dawud)
4. Membantu Pekerjaan Istri di Rumah
Hal sepele selanjutnya yang mendatangkan pahala dari Allah SWT adalah dengan membantu pekerjaan istri di rumah. Mungkin banyak suami yang enggan dan gengsi melakukan tindakan ini karena menganggap semua itu merupakan kewajiban istri saja. Namun sebenarnya membantu pekerjaan istri di rumah itu merupakan salah satu sunah Rasulullah..
Al-Aswad bin Yazid bertanya kepada Aisyah, “Apa yang biasa dilakukan Nabi s.a.w. di dalam rumah?” Aisyah menjawab, “Beliau biasa membantu pekerjaan istrinya. Bila tiba waktu shalat, beliau pun keluar untuk mengerjakan shalat”. [H.R. Bukhari]
5. Bercanda Antar Pasutri dan Anak
Hal terakhir yang mendatangkan pahala dari Allah SWT namun dianggap sepele oleh pasangan suami istri adalah bercanda antar pasangan dan anak mereka. Mungkin ada orangtua yang selalu memang tampang sangar di depan pasangan masing-masing dan buah hatinya. Namun, mulai sekarang hindarilah hal tersebut dan tertawalah bersama karena hal ini tidak dihitung sebagai kesia-siaan.
”Segala sesuatu yang dijadikan permainan oleh anak Adam adalah bathil, kecuali tiga perkara, melepaskan panah dari busurnya, latihan berkuda, dan senda gurau (mula’abah) bersama keluarganya, karena itu adalah hak bagi mereka.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Kabir , Silsilah As-Shahihah no. 309) (8/7).
Demikianlah ulasan mengenai perbuatan-perbuatan sepele suami istri yang mendatangkan pahala besar dari Allah SWT bahkan menjadi sunnah Rasulullah SAW. Setelah mengetahui hal ini mungkin akan banyak pasangan suami istri yang mempraktekkan di rumah agar rumah tangga mereka semakin harmonis. (infoyunik/akhwatindonesia)
Banyak hal yang dilakukan pasangan suami istri untuk mewujudkan keluarga yang senantiasa berada di jalan Allah. Mulai dari beribadah bersama, mendidik buah hati mereka menjadi anak yang beriman, dan lain sebagainya.
Namun ternyata, selain melaksanakan hal tersebut ada perbuatan-perbuatan sepele yang mungkin jarang dilakukan oleh suami dan istri namun memiliki keistimewaan di mata Allah SWT. Perbuatan seperti apakah itu? Berikut ulasan selengkapnya.
1. Saling Memandang
Hal sepele pertama yang ternyata memiliki nilai besar di mata Allah SWT adalah ketika suami dan istri saling memandang. Mungkin hal ini terkesan remeh dan sepele, sehingga banyak orang yang merasa tidak perlu untuk melakukannnya. Bahkan setelah menikah, mereka jadi kikuk untuk melakukan hal tersebut terhadap pasangannya. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan istrinya memperhatikan suaminya,” kata Nabi Saw. menjelaskan, “maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan perhatian penuh rahmat.” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudzri r.a.)
2. Bergenggaman Tangan
Mungkin banyak pasangan yang enggan untuk menggenggam satu sama lainn ketika berjalan ataupun berada di dalam rumah. Padahal jika diketahui, ada pahala luar biasa dari Allah SWT. Ternyata menggenggam tangan pasangan bisa menghapuskan dosa. Pernyataan ini sesuai dengan Sabda Rasulullah SAW.
“…Manakala suaminya merengkuh telapak tangannya (diremas-remas), maka berguguranlah dosa-dosa suami-istri itu dari sela-sela jari-jema-rinya.” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudzri r.a.)
3. Membelai Istri
Selain menggenggam tangan satu sama lain, ternyata tindakan sepele yang mendatangkan pahala dari Allah SWT adalah membelai istri. Hal ini kerap kali dilakukan oleh Rasulullah SAW kepada istrinya. Beliau senantiasa memberikan hak istri yakni untuk diperhatikan dan dimanja dengan belaian kasih sayang.
“Rasululloh SAW biasa setiap hari tidak melupakan untuk mengunjungi kami (para istrinya) seorang demi seorang. Beliau menghampirinya dan membelainya, sekalipun tidak mencampurinya, sehingga sampai ke tempat istri yang tiba gilirannya, lalu bermalam di situ.”(HR. Abu Dawud)
4. Membantu Pekerjaan Istri di Rumah
Hal sepele selanjutnya yang mendatangkan pahala dari Allah SWT adalah dengan membantu pekerjaan istri di rumah. Mungkin banyak suami yang enggan dan gengsi melakukan tindakan ini karena menganggap semua itu merupakan kewajiban istri saja. Namun sebenarnya membantu pekerjaan istri di rumah itu merupakan salah satu sunah Rasulullah..
Al-Aswad bin Yazid bertanya kepada Aisyah, “Apa yang biasa dilakukan Nabi s.a.w. di dalam rumah?” Aisyah menjawab, “Beliau biasa membantu pekerjaan istrinya. Bila tiba waktu shalat, beliau pun keluar untuk mengerjakan shalat”. [H.R. Bukhari]
5. Bercanda Antar Pasutri dan Anak
Hal terakhir yang mendatangkan pahala dari Allah SWT namun dianggap sepele oleh pasangan suami istri adalah bercanda antar pasangan dan anak mereka. Mungkin ada orangtua yang selalu memang tampang sangar di depan pasangan masing-masing dan buah hatinya. Namun, mulai sekarang hindarilah hal tersebut dan tertawalah bersama karena hal ini tidak dihitung sebagai kesia-siaan.
”Segala sesuatu yang dijadikan permainan oleh anak Adam adalah bathil, kecuali tiga perkara, melepaskan panah dari busurnya, latihan berkuda, dan senda gurau (mula’abah) bersama keluarganya, karena itu adalah hak bagi mereka.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Kabir , Silsilah As-Shahihah no. 309) (8/7).
Demikianlah ulasan mengenai perbuatan-perbuatan sepele suami istri yang mendatangkan pahala besar dari Allah SWT bahkan menjadi sunnah Rasulullah SAW. Setelah mengetahui hal ini mungkin akan banyak pasangan suami istri yang mempraktekkan di rumah agar rumah tangga mereka semakin harmonis. (infoyunik/akhwatindonesia)
Sabtu, 05 Desember 2015
Beberapa Alasan Melukai Hati Istri Ini Akan Buat Rezeki Seret
Infeksi oleh virus ini bertahap mulai dari tingkat satu hingga tingkat yang paling kronis. Virus ini dapat juga menebar kebagian kulit yang lain bila dibiarkan terlampau lama, dapat juga menular pada orang lain.
Beberapa ahli merekomendasikan bahwa cara menyingkirkan kutil yaitu dengan berkonsultasi dengan dokter kulit serta melakukan operasi untuk menghilangkannya.
Walau demikian, obat kulit sesungguhnya bukan sekedar dengan cara operasi saja namun dapat juga memakai bahan alami. Seperti yang telah banyak di kenal beberapa orangtua kita, bahan alami untuk mengobati kutil itu diantaranya :
Kulit Pisang
Kulit pisang umumnya dibuang demikian saja. Beberapa orang yang berasumsi kulit pisang tidak memiliki manfaat sekalipun. Padahal kulit pisang memiliki kandungan vitamin yang sangatlah bagus untuk badan.
Sesungguhnya kulit pisang dapat di proses jadi makanan yang enak serta lezat. Namun pada kesempatan ini kita tidak ulas tentang makanan.
Tetapi cara menyingkirkan kutil dengan cara alami dengan memakai kulit pisang. Caranya sangat gampang, anda cukup memoleskan kulit pisang sisi pada dalam kutil sehari-harinya. Kerjakan dengan cara teratur, sesudah sekian hari kutil anda akan menghilang tanpa ada sisa.
Kapur Sirih
Cara menyingkirkan kutil yang pertama yaitu dengan memakai kapur sirih. Kapur sirih berbentuk panas hingga bisa mengangkat sel mati pada penyakit kutil.
Anda dapat memakai kapur sirih yang digabung dengan detergen bubuk. Diluar itu kandungan yang ada pada kapur sirih, bakal menyingkirkan akar kutil agar tak tumbuh lagi.
Cara membuatnya juga sangatlah gampang. Anda tinggal mencampurkan detergen serta kapur sirih dengan ukuran yang sama. Aduk hingga rata dengan ditambahkan sedikit air.
Berikan kombinasi ke-2 bahan itu di bagian kulit yang ada kutil. Biarlah sebentar agar kering, lalu bersihkan hingga bersih.
Bawang Merah
Cara menyingkirkan kutil dengan cara alami yang setelah itu yaitu dengan memakai bawang merah. Bawang merah sangatlah efisien menyingkirkan kutil hingga ke akarnya hingga tidak bikin kutil jadi tumbuh lagi.
Anda dapat memakai irisan bawang merah yang di rendam dengan memakai larutan waktu sebagian menit. Tempatkan irisan bawang merah ke sisi kutil hingga rata.
Lalu tutup dengan memakai kapas serta plester. Biarlah sebagian jam. Ubah irisan bawang merah itu minimum 2 kali dalam satu hari. Sekian hari kutil anda bakal menghilang.
Infeksi oleh virus ini bertahap mulai dari tingkat satu hingga tingkat yang paling kronis. Virus ini dapat juga menebar kebagian kulit yang lain bila dibiarkan terlampau lama, dapat juga menular pada orang lain.
Beberapa ahli merekomendasikan bahwa cara menyingkirkan kutil yaitu dengan berkonsultasi dengan dokter kulit serta melakukan operasi untuk menghilangkannya.
Walau demikian, obat kulit sesungguhnya bukan sekedar dengan cara operasi saja namun dapat juga memakai bahan alami. Seperti yang telah banyak di kenal beberapa orangtua kita, bahan alami untuk mengobati kutil itu diantaranya :
Kulit Pisang
Kulit pisang umumnya dibuang demikian saja. Beberapa orang yang berasumsi kulit pisang tidak memiliki manfaat sekalipun. Padahal kulit pisang memiliki kandungan vitamin yang sangatlah bagus untuk badan.
Sesungguhnya kulit pisang dapat di proses jadi makanan yang enak serta lezat. Namun pada kesempatan ini kita tidak ulas tentang makanan.
Tetapi cara menyingkirkan kutil dengan cara alami dengan memakai kulit pisang. Caranya sangat gampang, anda cukup memoleskan kulit pisang sisi pada dalam kutil sehari-harinya. Kerjakan dengan cara teratur, sesudah sekian hari kutil anda akan menghilang tanpa ada sisa.
Kapur Sirih
Cara menyingkirkan kutil yang pertama yaitu dengan memakai kapur sirih. Kapur sirih berbentuk panas hingga bisa mengangkat sel mati pada penyakit kutil.
Anda dapat memakai kapur sirih yang digabung dengan detergen bubuk. Diluar itu kandungan yang ada pada kapur sirih, bakal menyingkirkan akar kutil agar tak tumbuh lagi.
Cara membuatnya juga sangatlah gampang. Anda tinggal mencampurkan detergen serta kapur sirih dengan ukuran yang sama. Aduk hingga rata dengan ditambahkan sedikit air.
Berikan kombinasi ke-2 bahan itu di bagian kulit yang ada kutil. Biarlah sebentar agar kering, lalu bersihkan hingga bersih.
Bawang Merah
Cara menyingkirkan kutil dengan cara alami yang setelah itu yaitu dengan memakai bawang merah. Bawang merah sangatlah efisien menyingkirkan kutil hingga ke akarnya hingga tidak bikin kutil jadi tumbuh lagi.
Anda dapat memakai irisan bawang merah yang di rendam dengan memakai larutan waktu sebagian menit. Tempatkan irisan bawang merah ke sisi kutil hingga rata.
Lalu tutup dengan memakai kapas serta plester. Biarlah sebagian jam. Ubah irisan bawang merah itu minimum 2 kali dalam satu hari. Sekian hari kutil anda bakal menghilang.
Wajib baca, begini modus penjahat menghipnotis anda
Banyak cara dilakukan seseorang untuk melakukan aksi kejahatannya. Modus kejahatan yang mulai sering dialami warga adalah cara hipnotis. Seperti yang dialami Dekki (35) pemilik kios ponsel di Bogor Trade Mall (BTM) Kota Bogor, Jawa Barat ini. Gara – gara dihipnotis seorang pembeli, Dekki kehilangan delapan ponsel Blackberry.
“Waktu itu datang seorang pembeli, dia ngakunya mau beli handphone dalam jumlah banyak. Terus orang itu titip payung di toko saya, entah kenapa saya malah fokus ke payung itu. Ujungnya, delapan Blackberry saya raib dibawa orang itu. Kerugian saya hampir Rp 15 juta,” katanya, Senin (23/11/2015).
Aksi hipnotis juga pernah dialami Irwan alias Ujang (39) tukang ojek di daerah Bantar Kemang, Bogor Timur, Kota Bogor. Ujang kehilangan motor Honda Revonya karena dibawa kabur seorang penumpang.
“Saya dapat orderan penumpang ke terminal Bus Baranangsiang, ditengah jalan saya disuruh megang lumut. Tiba-tiba saya jadi kayak orang linglung dan nyerahin motor saya begitu saja,” katanya.
Satu jam kemudian Ujang baru sadar kalau dia jadi korban pencurian dengan cara dihipnotis. Kejadian serupa juga pernah dialami Jefri, seorang sopir angkot di Bekasi. Gara-gara ditawari ban mobil angkot oleh seseorang yang baru dikenalnya, Jepri kehilangan motor kesayangannya.
“Saya ditelepon sama dia ditawari ban mobil. Katanya barangnya ada di Bogor, Nah pas ditelpon saya seperti dihipnotis, saya nurut aja perkataan dia” kata Jefri.
Jefri menuruti perkataan pelaku dan menuju Bogor. Ia mengaku belum pernah pergi ke Bogor sebelumnya. Selama perjalanan, ia dituntun oleh pelaku dengan dihubungi lewat telepong genggam. Akhirnya bertemu dengan pelaku di kawasan Pasar Anyar, Kota Bogor. Di sana, Jefri ditawari makan oleh pelaku di sebuah warteg.
“Setelah makan, dia minjam motor saya, katanya mau ambil barangnya. Ya sudah saya kasih kunci motor saya,” ujarnya.
Soewidia Henaldi
Setelah itu, motornya tidak pernah kembali lagi. Kejadian terbaru hampir dialami Ikbal, pemilik kios ponsel di BTM Kota Bogor. Ikbal nyaris menyerahkan belasan ponselnya setelah pelaku menunjukkan uang gepokan pecahan Rp 100 ribu dalam jumlah banyak. Belakangan diketahui, uang itu diduga palsu.
“Setelah dicek, ternyata cuma bagian atas dan bawah yang pecahan Rp 100 ribu. Dalamnya uang pecahan Rp 20 ribu,” kata Dekki rekan Ikbal.
Pelaku berinisial YD (45) berhasil ditangkap sejumlah pedagan ponsel di mall tersebut. Dalam kondisi babak belur, pria itu diserahkan ke Polsek Bogor Tengah.
“Kita masih melakukan penyelidikan, tidak menutup kemungkinan pelaku sering beraksi di tempat lain,” ujar Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah, AKP Eddy Santosa.
Langganan:
Postingan (Atom)




